Music Player

Minggu, 21 September 2014

Intermezzo "Beatbox"

ini adalah percobaan saya, agar blog saya tidak membosankan bagi para pembaca, karena pasti akan membosankan bila saya hanya posting soal pelajaran, jadi di setiap minggu saya akan membuat sebuah intermezzo tentang apapun yang saya atau anda mau.

hari ini saya akan berbicara tentang salah satu hobi sekaligus "job" saya, yaitu "Beatbox". what is beatbox? beatbox itu ya kalau singkatnya adalah "gendang mulut" atau memfokuskan dalam hal membuat suara layaknya perkusi drum dan sebagainya. Beatbox selalu dikaitkan dengan vokal perkusi maupun dengan multivokalisme. Meskipun pada dasarnya sama, namun secara umum perbedaan Beatbox terletak pada keterkaitannya dengan budaya dan musik Hip Hop. Meski demikian pada prakteknya beatbox juga diterapkan untuk genre musik lainya seperti Rock, Pop, R&B, dan sebagainya.

kalau untuk saya sendiri, saya sudah bergelut di dunia beatbox sejak kelas 2 sma, dimana saat itu saya bertemu adik kelas yang mengajak saya untuk beatbox. kalau soal juara, saya belum mendapatkan juara di beatbox, namun sudah ada event yang saya ikuti, contohnya Java Beatbox Festival yang diselenggarakan di Yogyakarta 1 tahun yang lalu, saya juga sudah bergabung dengan beatbox battle association, yaitu sebuah organisasi yang berisi beatboxer dari seluruh dunia.

berikut ada sedikit cuplikan beatbox jamming, oleh salah satu beatboxer favorit saya, yaitu Alem dan Sly.


semoga ini menghibur, dan jika sahabat ingin dibuatkan review atau artikel tentang yang anda suka, silahkan comment dibawah :D peace, love and beatbox!!

Pertemuan 4

sebelumnya saya mohon maaf untuk pertemuan ini saya memberikan penjelasan dengan tidak lengkap, karena saya sedang "on the go" saat membuat ini, *padahal emang tidak pernah lengkap*

Subyektivisme
Pengetahuan dipahami sbg keyakinan yang dianut oleh individu. Para pendukung aliran ini yaitu (Aristoteles, Plato, Rene Descartes, kaum Solipsisme (Solo Ipse), kaum Realisme Epistemologis, kaum Idealisme Epistemologis)
                Descartes : Cogito Ergo Sum Cogitans (saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir)
                Realisme Epistemologis: berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
                Idealisme Epistemologis: berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni

Objektivisme
Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia – dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks – mempunyai sifat dan ciri yang melampaui (di luar) keyakinan dan kesadaran individu (pengamat). Orang yang mendukung adalah (Popper, Latatos, dan Karl Marx.)
Objektivisme mempunyai 3 pandangan dasar, yaitu 
1.      Kebenaran itu independen, terlepas dari pandangan subjektif.
2.      Kebenaran datang dari bukti factual
3.      Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi

Pandangan Objektivisme dekat dengan positivism dan empirisisme.
Para filsuf Skolastik mengangap perlu untuk memperbaiki beberapa keyakinan harian kita, yaitu: meletakkan “kesalahan” pada indera, karena indera tidak pernah salah.
Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, beberapa syarat harus dipenuhi:
                a. Obyek harus sesuai dengan jenis indera kita. Warna-warna infra merah tidak cocok bagi indera kita.
                b. Organ indera harus normal dan sehat. Misalnya buta, tuli, atau buta warna. Tidak dapat melakukan penginderaan secara obyektif.
                c. Karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada. Misalnya, warna akan ditangkat idera dengan tepat apabila di bawah sinar matahari dari pada di bawah sinar merah yang digunakan untuk mencetak foto.



Konfirmasi, Inferensi, dan  Konstruksi Teori
Konfirmasi (confirmation) – Penegasan atau Penguatan
2 aspek konfirmasi : Kualitatif (kualitas) dan Kuantitatif (Jumlah)
3 jenis konfirmasi:
1.      Decision: keputusan
2.      Estimation: Peluang / Probalilitas
3.      Reliability: Stabilitas Fakta

Inferensi – penarikan sebuah kesimpulan dari beberapa preposisi
Ada 2 cara untuk mengambil kesimpulan, yaitu deduktif dan induktif

Konstruksi teori: teori=model/kerangka pikiran yg menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu.

Pertemuan 3

Epistemologi
episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu), cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.
Berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.

Metode-metode memperoleh ilmu pengetahuan
1.       Empirisme (pengalaman)
2.       Rasionalisme (Akal Sehat)
3.       Fenomenalisme ( Gejala-gejala)

Sifat-sifat Epistemologi
1.       Kritis (Bagaimana menyimpulkan dan mempertanggungjawabkan)
2.       Normatif (Berdasarkan Tolak Ukur)
3.       Evaluatif (Berdasarkan Kenyataan)

Teori-teori Kebenaran
1.       Korespondensi (subjek yakin bahwa objek sesuai dengan apa yang diketahui) – Subyektif
2.       Koherensi (ketersesuaian antara objek dengan subjek) – Objektif
3.       Pragmatik (bila sesuatu memiliki kegunaan)
4.       Konsensus (kebenaran atas hasil persetujuan bersama dengan alasan yang konkrit)
5.       Semantik ( berdasarkan  ketepatan arti suatu kata)


Kebenaran

Kita sering mendengar orang berkata “saya rela mati asal tercipta kebenaran” Tetapi apakah sungguh ada kebenaran itu?
       Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis.
       Lawan dari kebenaran adalah salah.
       Secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya.

kebenaran secara etimologi (aletheia) berarti "ketaktersembunyiaan adanya" atau "ketersingkapan adanya" (Plato)
Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.

Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata. Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia.

(sumber gambar: http://ichilly.com/wp-content/uploads/Augustine-Truth.jpg)


Jumat, 19 September 2014

Pertemuan Kedua

Hari ini, saya belajar tentang Metafisika, yap... that's right, it's metaphysics.
Jujur, saya gak pernah ngerti ama yang namanya filsafat, karena itu saya senang dengan filsafat, membuat saya terus ingin bertanya-tanya apa yang terjadi saat ini.

Metafisika itu memiliki arti (sesudah fisika), yang memberikan istilah ini bernama Andronikos. Filsafat memilik beragam arti, salah satunya yaitu "pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada.

Metafisika dibagi dua yaitu Umum dan Khusus. Umum yaitu Ontologi, sedangkan khusus adalah Kosmologi, Teologi Metafisik, dan Filsafat Antropologi.



Lalu kami belajar tentang Aksiologi. Aksiologi terdiri dari dua suku kata, yaitu Axios dan Logos. Axios berarti nilai dan Logos berarti Ilmu. Yes, saya belajar tentang nilai, nilai yang berkaitan dengan kegunaan. Aksiologi sendiri merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana kita sebagai manusia menggunakan ilmu yang telah kita dapat.

Aksiologi juga merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis

Rabu, 17 September 2014

Pertemuan Pertama

What is Philosophy?
Filsafat itu adalah sebuah kata yang tidak asing ditelinga orang-orang, namun arti dari filsafat itulah yang sangat asing di telinga orang-orang. Filsafat itu merupakan gabungan dari 2 kata, (philos) yang artinya kekasih dan (Sophia) yang berarti kebijaksanaan, maka secara garis besar philosophia berarti “sahabat dari pengetahuan”.
Berikut akan saya berikan 3 definisi filsafat.
1.       Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni. (Plato)
2.       Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada. (Aristoteles)
3.       Filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya ialah Tuhan, alam dan manusia. (Rene Descartes)
Filsafat lahir dari 4 hal yaitu Kekaguman (thaumasia), ketidakpuasan, keinginan bertanya, dan keraguan ( Aporia).

Sifat-sifat dasar filsafat yaitu berpikir radikal, mencari asas, memburu kebenaran, mencari kejelasan, berpikir rasional.

Selasa, 16 September 2014

About me


Alam Mufti Jendria

705140079

Nama saya Alam Mufti Jendria, saya lahir tanggal 5 Januari 1996, saya adalah seorang mahasiswa pria, beatboxer, dan apa saja deh

saya tergabung dalam kelompok "Empirisisme" kenapa empirisisme? karena kita semua mencari pengalaman baru disini